Mengenal Istilah Pada Velg Mobil

Kebanyakan orang yang suka modifikasi mobil akan memilih merubah model dan ukuran velg untuk mendapatkan tampilan yang lebih keren dan berbeda. Mungkin untuk orang yang sudah memahami dunia otomotif, hal ini bukanlah hal yang aneh. Namun untuk orang yang masih awam, atau belum terlalu memahami dunia otomotif, tentu harus mengetahui beberapa istilah yang ada pada velg mobil.

Selama ini, kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa velg itu dipilih dari ukuran dan lebar tapaknya saja. Misalkan velg 15, 17 atau 18 dengan lebar 8 atau 9. Padahal selain itu, masih ada istilah-istilah lain dari velg yang justru lebih penting untuk diketahui. Misalkan saja Pitch Circle Diameter atau PCD dan Offset.

mengenal istilah velg mobil pcd
ilustrasi : modifikasi.com

Pitch Circle Diameter atau PCD
Secara sederhana, istilah PCD pada velg mobil berarti jarak diameter antara baut roda yang bersebrangan pada velg. Cara mengetahuinya adalah dengan mengukur jarak antara dua lubang baut yang bersebrangan dan diukur dengan satuan centimeter. Namun jika baut roda berjumlah 5 atau ganjil, maka pengukuran dilakukan antara lubang baut dengan titik yang berada di antara kedua baut di seberangnya.

Kebanyakan mobil seperti sedan dan hatchback memiliki PCD 100, sedangkan MPV seperti Avanza dan Xenia memiliki PCD 114,3. Meski begitu, ada juga mobil yang tidak mengikuti pola kebanyakan. Misalkan saja sedan retro Corolla DX yang memiliki PCD 114,3. Untuk itu, ketahui secara pasti ukuran PCD yang cocok untuk mobil anda sebelum memilih. Jika anda ragu, anda dapat langsung mengatakan jenis mobil kepada penjual yang terpercaya.

Sekedar informasi, beberapa rekan pernah memaksakan menggunakan velg dengan PCD berbeda dengan menggunakan semacam plat untuk menyesuaikan lubang velg. Akibatnya, mereka malah kehilangan kenyamanan dalam berkendara.

Offset
Offset menunjukkan posisi dari bagian penampang tengah velg dengan bibir velg. Hal ini ditunjukkan dengan angka ET 10, ET 25, ET 40 dan sebagainya. Semakin kecil angkanya, maka penampang tengah akan semakin ke dalam dan bibir velg semakin lebar atau celong. Jika angka besar, berarti bibir velg semakin tipis dan bisa saja velg semakin masuk ke dalam vender mobil.

Untuk mengakali offset pada velg juga dapat digunakan adapator. Namun hal ini harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Memaksakan menggunakan velg dengan offset yang kurang pas, akan membuat fender, mangkok shockbreker dan bagian dalam dek jadi mudah tergerus roda. Selain itu, resiko kerusakan pada kaki-kaki juga semakin tinggi.

Itulah istilah-istilah pada velg mobil yang mungkin perlu untuk diperhatikan saat anda akan memodifikasi velg mobil kesayangan. Pastikan anda melakukan penggantian velg di tempat yang berpengalaman. Bukan asal bisa dipasang dan bisa berjalan saja.