Tips & TrickTips Mengemudi

Apakah Engine Brake Dapat Merusak Mesin?

Engine brake adalah cara untuk menurunkan kecepatan kendaraan tanpa menggunakan piranti pengereman konvensional. Umumnya, engine brake pada mobil manual dapat dilakukan dengan cara menurunkan gigi ke angka yang lebih rendah. Sedangkan pada mobil transmisi otomatis / matic, engine brake dapat dilakukan dengan memindah transmisi D ke angka 2 atau lebih kecil.

Engine brake seringkali digunakan saat melewati turunan curam yang panjang untuk menghindari mobil melaju terlalu kencang atau juga agar rem mobil tidak cepat panas pada mobil keluaran lawas. Beberapa pengemudi juga melakukan engine brake saat sudah mengetahui titik dimana ia akan berhenti, seperti memasuki area perempatan atau lampu merah.

Penggunaan engine brake yang kurang tepat tentu dapat merusak mesin mobil. Ini dikarenakan mesin yang sedang bergerak pada RPM tinggi, secara tiba-tiba dipaksa untuk melambat dengan menurunkan posisi transmisi.

Cara Engine BraKe Agar Mesin Tidak Rusak

Cara Engine Brake Agar Mesin Tidak Rusak

Hal paling penting yang harus diperhatikan agar mesin tidak cepat rusak dikarenakan penggunaan engine brake adalah memperhatikan putaran mesin atau takometer RPM. Selanjutnya, turunkan transmisi secara bertahap dan tidak menginjak pedal gas. Mobil tentu akan terasa sedikit terkejut dan mengalami perlambatan secara mendadak. Namun mesin akan menerima kondisi tersebut jika dilakukan pada putaran mesin yang tidak terlalu tinggi.

Tips mengemudi selanjutnya untuk melakukan engine brake, lakukan tahap menurunkan transmisi secara bertahap. Jika sedang berada di gigi 5, maka untuk engine brake turunkan ke posisi 4, selanjutnya ke 3 dan seterusnya. Namun tentu saja tetap memperhatikan poin di atas. Setiap menurunkan transmisi, RPM akan sedikit naik, lalu kembali turun perlahan. Jika sudah RPM sudah mulai menurun, lanjutnya menurunkan transmisi ke posisi yang lebih rendah.

Menurunkan posisi gigi dengan tidak berurutan saat melakukan engine brake, misalkan dari gigi 4 langsung ke gigi 2, akan membebani komponen mesin secara berlebihan. Mesin akan mengalami putaran mesin yang terlalu tinggi saat gigi diturunkan mendadak terlalu jauh, sehingga komponen mesin seperti kopling, camshaft dan timing chain serta timing belt akan mendadak mendapatkan kerja yang ekstra keras. Efeknya, mesin bisa saja langsung rusak.

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker